Sabtu, 13 Juli 2013

mengapa bisa terjadi obesitas

Mengapakah bisa terjadi obesitas?

APAKAH YANG MENYEBABKAN OBESITAS?
Berbagai faktor secara kompleks memberikan 'andil' terhadap terjadinya kegemukan, yaitu:
  • Faktor lingkungan dan perilaku
  • Faktor metabolisme dan fisiologi tubuh
  • Faktor genetik
Pada umumnya, kegemukan terjadi karena asupan energi dari makanan selalu melebihi energi yang digunakan oleh tubuh. Hal ini terjadi dalam jangka waktu tertentu sehingga menimbulkan akumulasi (penumpukan) jaringan lemak tubuh secara berlebihan.
Obesitas juga dapat terjadi sebagai akibat dari adanya penyakit atau juga karena dampak dari terapi suatu penyakit.
APAKAH KEGEMUKAN ERAT KAITANNYA DENGAN PERIHAL KETURUNAN?
Diduga faktor genetik mempengaruhi ‘metabolic rate’ dari seseorang, sehingga orang tersebut cenderung untuk lebih gemuk dan sulit untuk menurunkan berat badannya, namun faktor lainnya mempunyai pengaruh yang besar terhadap timbulnya obesitas.
Perilaku 'doyan makan dan malas bergerak' biasanya juga 'diturunkan' kepada anak-anaknya. Jadi, bukan hanya sifat 'genetik' nya, tapi juga sifat dan perilaku nya ('life style habit') diturunkan kepada anak-anak.
FAKTOR PSIKIS
Perilaku makan juga erat kaitannya dengan 'faktor psikis', karena perilaku makan erat kaitannya dengan emosi psikis seseorang.  Namun tidak semua yang gemuk berarti pasti mempunyai permasalahan psikiatri.
Obat-obat psikiatri , seperti obat anti depresi dan obat anti psikotik dapat menimbulkan 'kegemukan'.
KONDISI / PENYAKIT APA SAJAKAH YANG DAPAT MENIMBULKAN KEGEMUKAN?
Kegemukan dapat menimbulkan penyakit. Namun kegemukan juga dapat terjadi karena adanya kondisi / penyakit serta pemakaian obat-obatan tertentu.
UMUR DAN JENIS KELAMIN
Anak dan remaja yang gemuk, mempunyai kecenderungan untuk menjadi orang dewasa yang gemuk juga, karena memiliki sel lemak yang lebih banyak. Bila berat badan berkurang, sel lemak tidak berkurang. Anak dan remaja yang gemuk akan kesulitan untuk menurunkan berat badan bila mereka telah dewasa.
Pria mempunyai lebih banyak otot, sedangkan wanita mempunyai lebih banyak lemak. Dengan asupan energi yang sama, wanita lebih mudah  untuk gemuk dibandingkan pria.
Dengan bertambahnya umur terjadi penyusutan jaringan otot, selain itu aktifitas 'pensiunan' juga umumnya berkurang. Dengan demikian kebutuhan energi pada lansia akan berkurang. Bila asupan energi dari makanan tidak dikurangi maka dapat menimbulkan kegemukan pada lansia.
Wanita menopause juga mudah mengalami kegemukan. Perubahan hormon menimbulkan akumulasi jaringan lemak di perut. Bila tidak biasa aktif, akan lebih mudah untuk gemuk.
KEHAMILAN
Kehamilan dapat meningkatkan berat badan ibu hamil karena ibu hamil harus mempunyai cadangan lemak untuk kehamilannya dan untuk menyusui. Namun pada beberapa wanita, kelebihan berat badan sulit diturunkan paska persalinan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar