Sabtu, 13 Juli 2013

komplikasi obesitas

Komplikasi obesitas

komplikasi obesitas adalah ...

Apakah komplikasi dari obesitas?

Obesitas dapat menimbulkan suatu 'komorbiditas', yaitu berbagai komplikasi penyakit atau penyakit penyerta yang dapat menurunkan kualitas hidup bahkan usia seseorang. Obesitas dapat menimbulkan berbagai kondisi/penyakit metabolik, reumatik, alergi, pembuluh darah jantung dan otak, hormon dan reproduksi dan kanker, misalnya: tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, diabetes melitus tipe 2,penyakit jantung koroner, stroke, penyakit batu empedu, penyakit reumatik sendi, ‘sleep apneu’ dan keganasan.
SLEEP APNEU
Pada saat tidur penderita obesitas sering mengalami gangguan henti nafas ‘sleep apneu’ sehingga tubuh kekurangan oksigen, kemudian esoknya penderita mengeluh lelah dan mengantuk. Tidur mendengkur merupakan gejala dari spleep apneu, gejala ini tidak disadari oleh penderita.
PENYAKIT REUMATIK SENDI
Penderita obesitas sering mengalami masalah reumatik sendi seperti osteoartritis dan gout artritis.
Osteoartritis
Osteoartritis merupakan salah satu penyakit reumatik sendi yang oleh orang awam sering disebut juga sebagai penyakit 'pengapuran sendi', dengan keluhan berupa nyeri dan kaku sendi, terutama pada sendi lutut, pergelangan kaki, pinggul dan punggung belakang (menimbulkan keluhan ‘low back pain’).
Bobot tubuh yang besar menyebabkan dampak pengausan pada tulang rawan sendi. Sendi tampak meradang, memerah, bengkak dan terasa nyeri. Hal ini menyebabkan gerak sendi terbatas sehingga aktifitas fisik penderita juga terbatas. Penurunan aktifitas justru menimbulkan berat badan semakin mudah meningkat.
Gout artritis
Gout artritis atau sering disebut juga ‘nyeri sendi  asam urat’ atau ‘encok’ sebenarnya merupakan dampak penyakit metabolik (kadar asam urat tinggi) terhadap sendi. Asam urat (uric acid) merupakan hasil metabolisme purin mengendap pada sela-sela sendi, menimbulkan radang sendi.
Penderita obesitas umumnya mempunyai kadar asam urat yang tinggi, sehingga sering mengalami penyakit radang sendi asam urat (gout artritis).
SINDROMA METABOLIK
Sindroma metabolik adalah suatu kondisi dimana berbagai petanda metabolik meningkat diatas normal yang bila tidak diatasi akan berlanjut menjadi suatu penyakit metabolik. Tanda-tanda sindroma metabolik antara lain obesitas tipe sentral disertai dengan peningkatan tekanan darah, peningkatan kadar gula darah, peningkatan kadar trigliserida serta penurunan kadar kolesterol baik (kolesterol- LDL).
Pada kondisi ini umumnya terjadi pada orang yang obes namun belum masuk ke dalam kondisi sakit, hanya (maaf) perutnya saja yang tampak buncit, namun …
  • adanya kenaikan kadar gula darah suatu saat  akan berlanjut menjadi suatu kondisi diabetes melitus (kencing manis),
  • adanya kenaikan tekanan darah (pre-hipertensi), suatu saat akan berlanjut menjadi suatu kondisi tekanan darah tinggi (hipertensi),
  • adanya penurunan kadar kolesterol baik (kolesterol-HDL), disertai dengan peningkatan kadar trigliserida dan kadar kolesterol jahat (kolesterol-LDL), yang suatu saat menimbulkan suatu kondisi ‘dislipidemia’,
  • juga pada penemuan yang terkini terdeteksi juga ada peningkatan petanda aktifitas radang (inflamasi) memberikan informasi tentang adanya kerusakan berbagai sel,
  • juga terjadi gangguan sistem pembekuan darah, dimana darah lebih mudah mengental (menggumpal) dan membeku.
Berbagai hal yang dijelaskan ini suatu saat akan menimbulkan kondisi penyakit yang multipel, dimana penderita obesitas suatu saat bisa mendapatkan satu atau lebih dari berbagai penyakit ini:
  • Penyakit pembuluh darah: penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah tepi, penyakit pembuluh darah otak dan stroke.
  • Penyakit metabolik: diabetes melitus
  • Penyakit ginjal kronik
  • Penyakit kanker: seperti kanker usus besar, kanker empedu, pada pria: kanker prostat, dan pada wanita: kanker payudara, kanker ovarium, kanker endometrium dan kanker serviks.
  • Perlemakan hati: terjadi pembentukan jaringan lemak pada hati sehingga menimbulkan reaksi radang yang membentuk jaringan ikat. Dalam keadaan lanjut bisa menimbulkan sirosis hati dan gagal hati.

Komplikasi obesitas lainnya
Penyakit batu empedu.
Pada orang gemuk, sering terbentuk batu empedu di kandung empedu atau di saluran empedu. Menurunkan berat badan secara cepat (drastis) juga dapat menimbulkan terjadinya batu empedu.
Dampak obesitas pada masalah reproduksi
Obesitas merupakan penyulit bagi ibu hamil, baik selama kehamilan juga selama persalinan, misalnya: timbul tekanan darah tinggi dan bayi besar sehingga perlu dilahirkan melalui operasi seksio sesarea.
Obesitas dapat menurunkan kesuburan pada pria dan wanita.
Pria/wanita gemuk umumnya sulit untuk hamil.
Gangguan hormonal pada wanita yaitu PCOS – Polycistic Ovary Syndrome.
Dampak psikologis dari obesitas
yaitu gangguan emosi berupa persepsi diri yang negatif, gangguan rasa tidak nyaman dalam pergaulan sosial.
Pada bab ini, penulis ingin menyimpulkan bahwa kegemukan merupakan awal ‘petaka’ bagi timbulnya berbagai penyakit multipel di waktu yang akan datang. Jadi mempunyai badan gemuk bukanlah investasi yang baik untuk waktu yang akan datang.
Bila dulu gemuk identik dengan citra sukses dan makmur maka sekarang pemahaman ini harus dirubah. Bila ingin sehat, ingin lebih sukses, ingin lebih produktif, serta ingin mendapatkan hidup yang lebih berkualitas, maka cegahlah berat badan berlebih dan obesitas pada semua anggota keluarga anda sejak dini.

Overweight dan Obesitas sebagai suatu resiko penyakit degeneratif

Overweight dan Obesitas sebagai suatu resiko penyakit degeneratifPDFCetakE-mail
JUMAT, 15 APRIL 2011 10:27
Overweight dan Obesitas adalah suatu kondisi kronik yang sangat erat hubungannya dengan peningkatan resiko sejumlah penyakit Degeneratif. Penyakit Degeneratif adalah suatu kondisi penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel-sel tubuh yaitu dari keadaan normal menjadi lebih buruk dan berlangsung secara kronis. Penyakit yang termasuk dalam kelompok ini adalah Diabetes Melitus Type II, Stroke, Hipertensi, Penyakit Kardiovaskular, Dislipidemia, dsb. Penyakit Degeneratif yang paling sering menyertai Obesitas adalah Diabetes melitus Type II, Hipertensi dan Hiperkolesterolemia (Dislipidemia). Sebuah data dari NHANES (National Health and Nutrition Examination Survey, US) tahun 1994 memperlihatkan bahwa dua per tiga pasien Overweight dan Obesitas dewasa mengidap paling sedikit satu dari penyakit kronis tersebut dan sebanyak 27 % dari mereka mengidap dua atau lebih penyakit.

 Overweight dan Obesitas saat ini sudah menjadi suatu masalah global yang serius. Data yang dikumpulkan dari seluruh dunia memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi Overweight dan Obesitas pada 10 sampai 15 tahun terakhir dengan angka kejadian terbanyak di Amerika. Saat ini diperkirakan sebanyak lebih dari 100 juta penduduk di seluruh dunia menderita Obesitas, dan angka ini masih akan terus meningkat. Diperkirakan apabila keadaan ini terus berlanjut maka pada tahun 2230 sebanyak 100 % penduduk Amerika Serikat akan menjadi Obese. Bagaimana dengan kondisi di Indonesia ? Menurut data yang diperoleh dari Direktorat Bina Gizi Masyarakat Depkes tahun 1997, sebanyak 12,8 % pria dewasa mengalami Overweight dan sebanyak 2,5 % mengalami Obesitas. Sedangkan pada wanita angka ini menjadi lebih besar lagi yaitu 20 % dan 5,9 %. 

  Perkiraan prevalensi overweight dan obesitas di Indonesia (Dit BGM DepKes, 1997)
   Dari perkiraan 210 juta penduduk Indonesia thn 2000 jumlah penduduk yang overweight diperkirakan mencapai 76.7 juta (17.5%) dan pasien obesitas berjumlah lebih dari 9.8 juta (4.7%). Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa Overweight dan Obesitas di Indonesia telah menjadi masalah besar yang memerlukan penanganan secara serius.
 Indeks Massa Tubuh (IMT) Sebagai Alat Ukur Overweight & Obesitas
          Overweight dan Obesitas merupakan suatu akumulasi lemak berlebih di dalam tubuh yang dapat mengganggu kesehatan secara keseluruhan. Overweight dan Obesitas terjadi disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. Metoda paling praktis dan sederhana dalam menentukan tingkat Overweight dan Obesitas pada seseorang adalah Indeks Massa Tubuh (IMT)/Body Mass Index. IMT diperoleh dengan cara membagi berat badan (kg) dengan kuadrat dari tinggi badan (meter). Nilai IMT yang didapat tidak dipengaruhi oleh umur dan jenis kelamin.



Klasifikasi IMT menurut World Health Organization (WHO) tahun 1998 mendefinisikan Overweight apabila diperoleh IMT ≥ 25 dan Obesitas apabila IMT ≥ 30. IMT ini bermanfaat dalam menentukan seberapa besar seseorang dapat terkena resiko penyakit-penyakit tertentu yang disebabkan karena berat badannya.

Resiko Penyakit Degeneratif pada Overweight & Obesitas
          Meningkatnya angka Overweight dan Obesitas secara global di seluruh dunia saat ini dianggap sebagai akibat dari beberapa faktor, antara lain peningkatan dalam konsumsi makanan padat energi tinggi lemak dan gula namun rendah dalam kandungan vitamin, mineral dan mikronutrien lain. Selain itu juga diakibatkan adanya suatu trend penurunan aktivitas fisik yang disebabkan oleh gaya hidup (sedentary), pekerjaan, perubahan model transportasi dan peningkatan urbanisasi. Overweight dan Obesitas yang dibiarkan memiliki dampak kesehatan yang cukup serius. Resiko menderita penyakit degeneratif akan meningkat secara progresif seiring dengan peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT yang meningkat merupakan faktor resiko utama penyakit-penyakit kronis seperti Kardiovaskular (penyakit Jantung dan Stroke), Diabetes (yang saat ini sudah menjadi epidemi global), gangguan otot dan tulang (paling sering adalah Osteoarthritis) dan beberapa penyakit keganasan. Pada anak, angka Obesitas juga semakin meningkat dari tahun ke tahun baik di negara maju maupun di negara sedang berkembang. Disamping itu Obesitas pada anak beresiko tinggi menjadi Obesitas pada usia dewasa dan berpotensi menimbulkan penyakit Degeneratif di kemudian hari.
           Beberapa studi epidemiologis yang telah dilakukan mengemukakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara angka kejadian mortalitas (kematian) dan Obesitas. Diketahui terdapat peningkatan angka kematian yang dimulai pada IMT diatas 25 dan semakin jelas pada individu dengan IMT diatas atau sama dengan 30. Angka mortalitas pada individu dengan IMT diatas 30 penyebabnya bervariasi namun yang terbanyak adalah angka mortalitas yang disebabkan oleh penyakit Kardiovaskular. Penelitian yang dilakukan oleh Framingham Heart Study di Amerika menemukan adanya korelasi antara tekanan darah dan obesitas. Disebutkan pada studi tersebut bahwa pada individu dewasa muda dengan obesitas akan mengalami peningkatan tekanan darah sebanyak 10 kali lebih besar daripada individu dengan berat badan normal. 
  Strategi Pencegahan Overweight dan Obesitas
          Overweight dan Obesitas merupakan suatu kondisi dengan penyebab multi faktor, oleh karena itu penanganan yang tepat hendaknya mempertimbangkan pendekatan secara multi disiplin. Pencegahan Overweight dan Obesitas terdiri dari tiga tahapan yaitu Pencegahan primer, sekunder dan tertier. Pencegahan Primer adalah dengan pendekatan komunitas untuk mempromosikan cara hidup sehat. Usaha pencegahan dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja dan pusat kesehatan masyarakat. Pencegahan sekunder bertujuan untuk menurunkan prevalensi Obesitas sedangkan pencegahan tertier bertujuan untuk mengurangi Obesitas dan komplikasi penyakit yang ditimbulkannya.
           Pada dasarnya prinsip dari pencegahan dan penatalaksanaan Overweight dan Obesitas adalah mengurangi asupan energi serta meningkatkan keluaran energi, dengan cara pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, modifikasi gaya hidup serta dukungan secara mental dan sosial.
 1. Pengaturan nutrisi dan pola makan
  Tujuan utama pengaturan nutrisi pada individu dengan overweight dan obesitas tidak hanya sekedar menurunkan berat badan, namun juga mempertahankan berat badan agar tetap stabil dan mencegah peningkatan kembali berat badan yang telah didapat. Konsumsilah sedikit lemak (30 % dari jumlah keseluruhan kalori yang dikonsumsi). Kurangi konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan lemak, perbanyak konsumsi serat. Upayakan tetap memilih makanan dan minuman secara berhati-hati agar tetap dapat mengontrol kalori, lemak, gula dan garam yang dikonsumsi. Konsumsi makanan yang dilakukan harus tetap dapat memenuhi kecukupan gizi. Ini berarti vitamin dan mineral harus terdapat dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.
 2. Perbanyak aktivitas fisik
  Olahraga dan aktivitas fisik memberi manfaat yang sangat besar dalam penatalaksanaan overweight dan obesitas. Olahraga akan memberikan serangkaian perubahan baik fisik maupun psikologis yang sangat bermanfaat dalam mengendalikan berat badan. Contoh yang paling jelas adalah sebagai berikut,  jika kita melakukan aktivitas lari selama 1 jam penuh kegiatan ini akan membakar 600 kalori setara dengan kalori yang dihasilkan jika kita mengkonsumsi satu buah hamburger fast food. Olahraga yang dilakukan secara konsisten dan teratur tidak hanya dapat membakar kalori, namun juga mengurangi lemak, meningkatkan massa otot tubuh, dan memberi manfaat yang cukup baik secara psikologis.
3.  Modifikasi pola hidup dan perilaku
  Perubahan pola hidup dan perilaku diperlukan untuk mengatur atau memodifikasi pola makan dan aktifitas fisik pada individu dengan overweight dan obese. Dengan demikian diharapkan upaya ini dapat mengatasi hambatan-hambatan terhadap kepatuhan individu pada pola makan sehat dan olahraga. Strategi yang dapat dilakukan adalah pengawasan sendiri terhadap berat badan, asupan makanan dan aktivitas fisik; mengontrol keinginan untuk makan (motivasi keluarga dan lingkungan seringkali diperlukan dalam hal ini); mengubah perilaku makan dengan mengontrol porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi; dan dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan.

Oleh : dr. Ruri Diah Pamela

Obesitas dan sex

Sekitar 1,5 miliar orang di seluruh dunia mengalami kegemukan (obesitas). Padahal, obesitas tak hanya mengganggu kesehatan, juga seks.

Berikut 10 alasan kelebihan berat badan memengaruhi kehidupan seksual seperti dikutipHealth.India, Selasa (9/4/2013):Obat-obatan yang dikonsumsi untuk berbagai penyakit akibat obesitas seperti diabetes, jantung, dan hipertensi bisa menyebabkan libido berkurang dan disfungsi ereksi yang bisa memicu masalah dalam hubungan seksual.

1. Disfungsi ereksi
Obesitas jauh lebih mungkin menderita disfungsi ereksi atau impotensi. Obesitas bisa berisiko menimbulkan kolesterol tinggi, hipertesi, diabetes yang mencegah aliran darah ke seluruh tubuh termasuk penis sehingga menyebabkan masalah ereksi.
Dengan menurunkan berat badan, Anda bisa mengalahkan kondisi tersebut.

2. Ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan libido rendah

Obesitas secara langsung terkait dengan ketidakseimbangan hormon dan kadar testosteron yang lebih rendah. Ini menghambat hasrat seksual, baik pada wanita maupun pria.
Masalah lainnya, lemak tubuh menyebabkan semakin banyaknya hormon seks pengikat globulin (SHBG) dalam sistem. SHBG merupakan bahan kimia alami yang mengikat testosteron, yang berarti hormon seks yang mengendalikan kehidupan seksual menjadi kurang.
Ada juga bukti yang menunjukkan anak laki-laki obesitas bakal memiliki payudara besar. Pada anak gadis itu bisa memicu PCOD atau tak teraturnya siklus menstruasi dan masalah tiroid.

3. Infertilitas
Pada wanita, obesitas menyebabkan kelainan dalam sel telur yang membuat sulit untuk dibuahi. Peneliti kesuburan di Brigham memeriksa lebih 300 sel telur yang gagal dibuahi selama IVF (bayi tabung). Ditemukan juga sel telur wanita gemuk lebih mungkin memiliki kelainan kromosom.
Ini juga menyebabkan produksi insulin berlebih dan PCOD (suatu kondisi ketika periode yang tidak teratur dan ovarium yang dihasilkan kecil, telur belum matang, bukan yang dewasa yang sehat). Wanita hamil cenderung gagal hamil dan keguguran dibanding yang berbobot normal.
Pada pria, obesitas secara langsung dikaitkan dengan infertilitas karena bisa memengaruhi sperma. Penelitian telah menemukan, pria yang diet mengonsumsi lemak memiliki sperma yang kualitasnya rendah. Pria yang mengonsumsi lebih banyak lemak jenuh memiliki jumlah sperma 35 persen lebih rendah dan 38 persen lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi sperma pada pria yang makan sehat.

4. Penyakit obesitas bisa menghambat seks
Orang yang berat, terutama di daerah perut cenderung memiliki sejumlah penyakit yang memengaruhi kehidupan seksualnya. Ini bisa disebabkan oleh alasan fisiologis atau psikologis atau karena obat yang diminum untuk penyakit ini.
Diabetes, penyakit jantung, kanker, hipertensi, depresi, demensia dan penyakit lainnya semua memengaruhi fungsi seksual Anda.

5. Sindrom penis
Lipatan lemak di perut dan kulit pada pria obesitas membuat penis terlihat lebih kecil dan tak kelihatan. Ini disebut 'sindrom penis kecil' dan bisa menghambat kehidupan seks.
Mikropenis merupakan kondisi ketika penis ereksi ukurannya kurang dari 3 inci. Sebagian besar, kelainan ini bawaan dari masa kecil dan bisa memengaruhi 0,6 persen penduduk pria.
6. Penyakit Menular Seksual (PMS) dan Kehamilan yang tak diinginkan
Orang gemuk cenderung minim melakukan hubungan seks dibanding yang lain. Ini yang menyebabkan orang yang obesitas menunjukkan perilaku seks yang berisiko tinggi.
Penelitian di Amerika Serikat menemukan, wanita obesitas 4 kali lebih mungkin hamil yang tak direncanakan karena kurang siap.
7. Pilihan posisi seks sedikit
Kegemukan bisa membuat hubungan seks dengan beberapa posisi menjadi sulit. Posisi misionaris yang paling populer sulit dilakukan jika pasangan pria keberatan.
Jika pasangan dua-duanya obesitas, maka daerah tengah perut bisa mencegah penetrasi yang tepat. Begitu pula gaya sendok juga sulit dilakukan orang yang gemuk. Namun, orang gemuk tak perlu khawatir, ada banyak posisi yang bisa dicoba dengan pasangan.
8. Jarang bercinta
Kita hidup dalam masyarakat yang menghakimi dari penampilan dan orang gemuk merasa sulit menemukan pasangan. Masalahnya, penilaian yang terbentuk di masyarakat itu menyebutkan tak masalah jika pria gemuk jika ia memiliki gaji tinggi dan berasal dari keluarga yang kaya. Sedangkan bagaimana bagi wanita?
9. Kurang percaya diri dan depresi
Orang gemuk kerap diolok-olok dan dicap sebagai pemalas, bodoh, atau lambat. Inilah yang membuat orang gemuk menjadi kurang percaya diri.
Berbagai penelitian juga menunjukkan orang gemuk jauh lebih mungkin menderita depresi dan masalah kesehatan mental lainnya yang mengurangi libido dan menyebabkan disfungsi ereksi.
10. Kurang stamina
Obesitas dikaitkan dengan gaya hidup yang malas. Ini bisa berpengaruh terhadap kehidupan seks. Pada pria, bisa mengurangi lamanya ereksi karena stamina berkurang.
Dengan menurunkan berat badan, kehidupan seks bisa meningkat. Ini menguntungkan dan tentu saja kesehatan secara keseluruhan juga terpengaruhi.(Mel/Abd)

Kamis, 27 Juni 2013

diary obesitas aku parti I

hadeuh ..pikiran ini menggangguku ....jadi bikin aku pengen makan terus..............
apa yang bisa kulakukan ..
akupunya perasaan tak puas dalam hati
aku ingin bergerak ingin bermanfaat
tapi rasanya banyak yang belum kucapai
banyak yang belum sesuai dengan hatiku
aku bingung apa yang harus kulakukan
OMG please tell me what to do

penyakit akibat obesitas

apa yang bikin aku bete mikirin penyakit yang bisa diakibatkan oleh obesitas
hmmm...percaya atau gak tapi emang itulah adanya
cara obatinnya ya itu obati kebiasaan makan dan olahraga, jauhi stress
diantara penyakit itu ialah :
1.diabetes
2.darah tinggi
3.stroke
4.asam urat
5.radang sendi
6.rematik
7.otak lemot
dan lain lain hehehe
hadeuh gak ada untungnya ya
OMG tolong aku supaya bisa mengatasi kegemukan ini

pantesan obesitas

aku obesitas sekarang beratku 95kg
keberatan ya?iya lah harusnya paling jg 70 an 80 an jg udah obesitas ya
aku tau deh knp aku obesitas
ini curhat aku
silakan boleh aja
1.ketawain aku
2.kasian sama aku
3.dll

1.kalau lewat liat makanan pasti dimakan
2.kalau ga ada kerjaan pasti makan
3.kalau ada yang nawain makan pasti makan
4.kalau waktu makan pasti makan
5.kalau liat jajanan pasti pengen
6.ngemil mah udah pasti
7.kalau lagi bete pasti larinya ke makanan

nah jadi jelas kan kenapa aku obesitas ..
karena apa2 nyangkutnya ke makanan
moga aku bisa normal lagi
coz aku takut diabetes nih
aku harus normal makannya
minum 8 gelas sehari
en olahraga
banyak sayuran
en bentar lagi bulan puasa

Kamis, 23 Mei 2013

cara mendapatkan tubuh langsing


Tubuh Langsing
Tubuh Langsing
Nah tips ini akan membantu kamu untuk mendapatkan tubuh yang langsing dengan mengatur pola makan. Semoga tips ini bisa menambah wawasan kamu dan membuat kamu bisa lebih sukses dalam diet.
Dulu kita mengira bahwa gemuk itu merupakan tanda kemakmuran, karena dikira kalau gemuk itu berarti terhindar dari penyakit. Bahkan, di Inggris, wanita yang gemuk itu merupakan wanita yang cantik. Tetapi pada kenyataanya sekarang, obesitas atau kegemukan bukan merupakan tanda kemakmuran lagi, karena sekarang banyak orang gemuk yang terserang penyakit.
Kalau kamu memiliki masalah dengan berat badan kamu, pasti kamu ingin menjadi wanita langsing seperti artis2. Tetapi, apa cara yang kamu gunakan untuk mendapatkan tubuh langsing itu adalah secara alami? Hanya 1 kalimat, tips langsing yang secara alami dan pasti nya efektif, yaitu “Mengatur Pola Makan dan Olahraga”.

Tips Langsing Pertama – Mengatur Pola Makan
1. Cobalah sayuran sebagai menu kamu.
Salah satu rahasia untuk mendapatkan tubuh langsing adalah dengan mengkonsumsi sayuran, jadi sayuran adalah hal wajib bagi kamu yang ingin langsing, Mulai sekarang ubah menu makan kamu dengan menu kaya sayuran, itu akan menolong kamu. Oh ya, jika kamu tidak bisa makan sayuran, maka cara yang bisa kamu ikuti adalah dengan mengkonsumsi nutrisi yang kaya sayuran. Konsumsi nasi memang makanan pokok kita, tetapi batasi jumlahnya hanya 1/3 saja dan imbangi dengan makan sayur – sayuran.
2. Tentukan menu makanan sehat yang baik bagi kamu dan bervariasi dalam porsi kecil.
Salah satu cara untuk langsing alami adalah dengan mengkonsumsi makanan yang berkualitas baik dan porsi kecil. Kunyah dan gigitlah makanan kamu beberapa kali di dalam mulut kamu. Dan ini juga bisa membantu proses pencernaan kamu. Minumlah 2 gelas air sebelum kamu mulai makan.
3. Mengurangi makanan2 pabrik.
Bila anda ingin menurunkan berat badan, bisa mencoba rekomendasi dari saya. Sebab dari survey yang dilakukan, banyak yang telah menurunkan berat badan dengan ini secara ALAMI 2 - 3 kg/ minggu tanpa efek samping. Kok bisa? Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan klikdisini.
Pilihlah untuk makan makanan segar. Cobalah untuk mengkonsumsi makanan segar sebagai makanan olahan, dan hindari sebisa mungkin makanan kemasan. Kita semua sudah tahu, kalau makanan pabrik itu mengandung bahan2 kimia seperti pengawet, pewarna dan lain – lain yang berbahaya bagi tubuh. Jadi intinya untuk langsing itu adalah hindari bahan – bahan kimia yang ada pada makanan kemasan.
4. Pilihlah Ikan sebagai daging.
Mengkonsumsi ikan sebagai pengganti daging itu lebih sehat. Dan pula kandungan gizi pada ikan tidak kalah dengan daging. Kamu bisa tanya pada ahlinya jika kamu kurang percaya..
5. Konsumsi Air mineral daripada soda.
Hindari minuman bersoda karena memiliki kandungan gula yang tinggi, dan banyak lah minum air mineral. Atur agar kamu bisa minum air minimal 10 gelas sehari.
6. Susu dan Buah Segar
Menu makanan yang dilengkapi dengan buah dan susu, menjadikan menu makan kamu 4 sehat 5 sempurna.
Apakah tips2 yang saya berikan bermanfaat bagi kamu?